<>

BANGKINANGKOTA(Auranews.co.id) – Pj Bupati menerima kunjungan DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kampar dan Pimpinan Kecamatan di rumah dinas Bupati, Sabtu (25/06/22).

Dalam pertemuan tersebut, hadir PLH Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan H. Aidil, PLT Kementerian Agama H Fuadi Ahmad SH MAB, Kepala Dinas Kominfo Yuricho Efril, S.STP, Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Hendri, SH, MH di dampingi Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Mahasiswa Kampar Indonesia (FKMI) David Davijul, Ketua BEM STIE Bangkinang Kimahadi dan Ketua FKDT Provinsi Riau Mukhlis, S.Pdi.

Ketua FKDT Kabupaten Kampar, Samsul Hidayat, S,Pd menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pj Bupati Kampar Bapak Dr. H. Kamsol, MM dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kampar Bapak H. Hendri, SH, MH yang telah memfasilitasi pertemuan ini.

“Kita sangat bertemikasih sudah bisa bersilaturahim dan menyampaikan keluh kesah para guru-guru MDTA kepada pak PJ Bupati seperti insentif yang belum disalurkan pada tahun 2022 dan kita berharap nantinya untuk merealisasikan perda MDTA agar melampirkan ijazah MDTA bagi beragama islam untuk masuk ke jenjang SMP/MTS sederajat dan meminta kepada PJ Bupati agar para guru MDTA mempunyai jaminan BPJS Ketenagakerjaan”. Ucap Samsul Hidayat, S,Pd.

PJ Bupati dalam sambutan nya mengucapkan terimakasih atas kehadiran pengurus DPC FKDT dan mendengarkan secara langsung apa yang menjadi harapan para guru-guru MDTA dan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agaman Kabupaten Kampar untuk menyelesaikan persoalan para guru ini secepatnya.

“Untuk persoalan insentif ini, saya meminta dinas terakait agar mencari solusi dan membentuk tim yang melibatkan FKDT agar data ini lebih singkron dan tidak ada guru-guru ini yang tercecer dan juga saya meminta persoalan ini harus di selesaikan dan dibayarkan secepatnya, agar para guru MDTA ini bisa mendapatkam insentif nya kembali pada tahun 2022 ini.” Ucap PJ Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM.

Sementara itu, Sekretaris DPC Kabupaten Kampar H. Hendri, SH, MH menyampaikan “Persoalan Insentif dan Kesejahteraan para guru MDTA ini adalah hal yang sangat penting untuk diperjuangkan, karena para guru ini merupakan pion pendidikan agama non formal yang mengajarkan anak-anak kita menjadi tahu tentang dasar-dasar pendidikan agama islam”.

“Apalagi Kabupaten Kampar merupakan Kabupaten yang dijuluki kota serambi mekkah nya provinsi riau, tentu kita harus memperhatikan segala lini tentang persoalan-persoalan yang terjadi yang menyangkut tentang pendidikan agama di Kabupaten Kampar”.***