RIAU(Auranews.co.id) – Kearifan orang Melayu dalam menjaga keharmonisan lingkungan mempunyai filosofi yang sangat dalam. Hal ini dapat terlihat pada petuah, tunjuk ajar, syair dan mitos yang terdapat dalam sistem kebudayaan Melayu. Dalam sistem budaya melayu sangat sarat dengan nilai nilai kearifan dalam menjaga keharminisan lingkungan, Ini dapat kita lihat dalam cara mereka bercocok tanam padi, rumbia, kelapa dan lain-lain.

Hutan dan tanah adat adalah komponen yang penting dalam kehidupan orang Melayu ini dapat dilihat pada mitos-mitos dan pantang larang yang diciptakan orang Melayu dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menjaga harmonisasi lingkungan, sangat penting menanamkan nilai nilai kearifan lokal orang Melayu untuk mempertahankan kelangsungan lingkungan yang berkelanjutan.

Tentunya upaya menjaga keseimbangan dengan lingkungannya masyarakat Riau yang secara keseluruhan Masyarakat Melayu memiliki norma-norma, nilai-nilai atau aturan-aturan yang telah berlaku turun temurun yang merupakan kearifan lokal Provinsi Riau.

Ketika bicara kearifan budaya lokal kita akan terbayang tentang kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat di sekitar atau sebuah daerah. Bagi masyarakat Riau, tidak jauh beda dengan masyarakat di provinsi lain di Indonesia.

Riau yang dikenal masyarakatnya santun, ramah dan tidak pernah mencari lawan. Prinsipnya, memperbanyak kawan bukan lawan.

Dalam pandangan orang Melayu hidup hendaklah dilandasi oleh agama, adat dan resam yang baik. Adat bertumpu pada agama, bagaikan tiang berpiijak pada sendirinya. Jika tidak begitu, hidup akan binasa, ibarat tiang tanpa sendi, akan lupuk dimakan karat. Agama memberi panduan hidup dan mati, adat mengawal agar hidup mulia sedangkan resam (tradisi) membuat hubungan harmonis dengan alam.

Maka, orang yang beriman, beradat dan beresam yang baik, akan memlihara hubungan dengan Tuhan, manusia dan alam sebab tidak ada satupun yang diciptakan Tuhan dengan sia-sia. Inilah jalan manusia menuju menjadi makhluk mulia, sebagaimana tertulis dalam kata bersajak berikut ini.

Adat hidup memegang adat,Tahu menjaga laut dan selat. Tahu menjaga rimba yang lebat,Tahu menjaga tanah ulayat,Tahu menjaga semut dana ulat.Tahu menjaga togok dan belat Berumah tidak merusak tanah,Berkebun tidak merusak dusun,Berkampung tidak merusak gunung,Berladang tidak merusak pedang. Adat hidup memegang amanah, Tahu menjaga hutan dan tanah, Tahu menjaga bukit dan lembah. Beladang tidak merusak tanah, Berkebun tidak merusak rimba”(Effendi, 2004)

Tak hanya itu, dari banyak budaya lokal Melayu yang sudah menjadi kebiasaan dilakukan turun temurun.

Belum lagi, di bulan maulid Nabi ini, banyak masyarakat Riau merayakannya dengan membuat makanan lengkap dilengkapi lauk pauknya untuk di hidangkan kepada tamu undangan di masjid maupun di mushalla.

Dari gambaran kearifan budaya lokal Masyarakat Melayu Riau, tetap mendukung kelancaran industri migas bumi di Riau. Tampak beberapa sinergitas antara SKK Migas Sumbagut Riau bersama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten yang ada di Riau, juga sinergitas bersama rekan-rekan Media dalam bidang Jurnalistik. Tentunya ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat Melayu Riau.

Tak bisa dipungkiri, orang-orang di sekitar harus diutamakan untuk dipekerjakan. Namun sekarang dengan semakin transparansinya informasi dalam membuka lowongan kerja (loker) dan perusahaan tersebut mengeluarkan aturan yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk jenjang pendidikan bagi calon tenaga kerja dan juga pengalaman kerja.

Dengan demikian, bagi yang memenuhi kualifikasi maka mareka akan dipanggil, diwawancarai dan langsung bisa kerja di perusahaan tersebut. Bahkan yang lolos dan dinyatakan bisa bekerja di perusahaan itu mereka dari daerah lain.

Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di lingkungan industri tidak punya pekerjaan, kehidupan dan rumah tergolong tidak layak huni. Menurut hemat saya, inilah yang menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh mereka yang tidak punya skill (keahlian) dan knowledge (pengetahuan). Meski pun perusahaan memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau bentuk tanggungjawab social perusahaan  kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dan ini harus bisa dimanfaatkan untuk dibangun rumah warga tidak layak tersebut. Namun dana CSR itu juga tidak bisa langsung digunakan karena masuk ke rekening pemerintah daerah terlebih dahulu.

Pembangunan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas), sangat dirasakan benefitnya oleh masyarakat melayu Riau sekitar maupun pemkab bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dana bagi hasil (DBH) migas.

Walaupun dana bagi hasil migas sebelum ditransfer ke daerah, awalnya dana ini ada di Menteri Keuangan. Selain itu paling tidak kita bisa berharap ada penambahan produksi migas barel pertahunnya, bahkan harus lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Misal rencana produksi migas di tahun 2021 harus lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020. Sehingga hasil produksi itu perusahaan  melebihi target dan penghasilan bisa membuat perusahaan berlaba. Sebagai masyarakat yang baik dan memiliki pengetahuan tentu sangat mendukung kelancaran berdirinya perusahaan migas. Tak hanya itu, aspek ramah lingkungan di sekitar industri juga sangat penting diperhatikan. Sehingga masyarakat sekitar akan merasakan aman dan nyaman tidak ada rasa was was.

Di sisi lain, positifnya dengan adanya perusahaan tentu bisa membuka lapangan kerja bagi putra putri daerah, dan ini bisa mengurangi angka pengangguran, angka kemiskinan dan taraf perekonomian masyarakat bisa berjalan. Dengan perhatian perusahaan untuk mempekerjakan asal putra daerah maka akan menghilangkan image yang sering muncul di tengah masyarakat.

Jadi, pemerintah harus memberikan peluang kerja kepada warganya sesuai dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.

Hemat saya, oknum yang melakukan provokasi karena tidak mendapatkan proporsi sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut bukan bagian dari kearifan budaya lokal Riau.

Di Riau, tidak ada persoalan bagi perusahaan yang ingin melakukan investasi, asalkan izin operasional dan segala administrasi lengkap. Masyarakat Riau sangat welcome kepada perusahaan yang melirik daerah Riau sebagai sumber migas dengan melakukan eksplorasi baik di darat maupun di laut, walau ini merupakan wewenangan pusat. Namun, Riau mendapatkan proporsi bagi hasil sesuai ketentuan perundang-undangan.

Minyak dan gas bumi sebagai Sumber Daya Alam (SDA) yang wajib dilindungi dan dikelola negara untuk kepentingan rakyatnya.

Kita tahu, dengan adanya program pengembangan masyarakat akan membangunan kesejahteraan dan kemandiraian masyarakat di wilayah operasi hulu migas. Begitu juga, tidak melakukan kegiatan yang merugikan industry hulu migas seperti kegiatan illegal drilling dan illegal tapping (pengeboran minyak secara illegal dan pencurian minyak secara illegal (illegal tapping).

Dengan adanya Perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut, masyarakat Melayu Riau terus bersinergi untuk mendukung kelancaran operasional Hulu Migas, serta penunjang Kontribusi SKK Migas dengan Masyarakat Melayu Riau dapat bermanfaat dan berjalan dengan baik. (MRA)