<>

PEKANBARU(AuraNews.co.id) — Stadion Utama Riau menjadi sejarah baru untuk guru bangkit menolak menyerah karena pandemi Covid-19. Ini ditandai dengan digelarnya Liga Guru pertama di Indonesia memperebutkan piala Gubernur Riau (DTSL) Daihatsu Teacher Super League, yang dibuka langsung oleh Gubernur Riau H Syamsuar, Senin (11/10/2021) yang lalu.

Pada pertandingan yang memasuki hati ke 13 pada Jum”at (22/10/2021) Pertandingan Piala Gubernur Riau Daihatsu Teacher Super League kembali beraksi. Pertandingan dimulai pukul 14.30 Wib diawali dengan persaingan sengit antara PGRI Duri melawan PGRI Kuansing. Pada pertandingan sebelumnya PGRI Duri berhasil meraih kemenangan 5-0 dari PGRI Pekanbaru. Namun, pada pertandingan kali ini PGRI Duri harus menerima kekalahan dengan PGRI Kuansing. Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua PGRI Kuansing yang sebelumnya memang melawan Nabil Teacher FC pada pembukaan lalu.

Babak pertama Kuansing unggul dengan skor 1-0 pada menit ke 28 oleh Erick Paijon nomor punggung tujuh. Pertandingan berlangsung seru, babak kedua PGRI Duri mampu membalas dengan menyamakan skor satu sama pada menit ke 48. Gol dicetak oleh Reza Suprayogi nomor punggung 14. Skor berimbang membuat para pemain semakin bersemangat hingga pada detik- detik terakhir pertandingan PGRI Kuansing mencetak gol keduanya pada menit ke 69 oleh Yayan Dirta Yuda nomor punggung 4.

Pertandingan selanjutnya yaitu PGRI Dumai melawan PGRI Tualang. Babak Pertama PGRI Dumai unggul dengan skor 1-0 pada menit ke 25 oleh Ridho nomor punggung 5.

Meskipun cuaca mendung namun pertandingan berlangsung panas, kedua tim berjuang untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Pada babak kedua menit ke 41 PGRI Tualang mampu mengimbangi skor satu sama, gol dicetak oleh Ryanda nomor punggung 16. Namun, menit-menit berikutnya PGRI Tualang harus berbesar hati menerima kekalahan 4-1 dari PGRI Dumai.

Pada menit ke 49 PGRI Dumai membalas gol keduanya oleh Dani nomor punggung 9. Menit-menit berikutnya secara berturut mereka mencetak gol ke tiga pada menit ke 51 oleh Igun nomor punggung 10 dan gol keempat dicetak oleh Dedek Akrila nomor punggung 16 pada menit ke 53. Pertandingan pun selesai, kedua tim saling berjabat tangan sebagai bentuk sportivitas para guru-guru.(***/Pam)