KAMPAR – Ketua DPD Golkar Kampar Repol S.Ag yang juga Wakil Ketua DPRD Kampar menyebut pejabat Kampar harus tinggal dan menetap di Kota Bangkinang.

Hal ini disampaikan Repol saat diskusi publik dalam rangka HUT ke-57 Golkar dengan tema ‘Arah Penataan Pembangunan Ibukota Kabupaten Kampar’ di gedung Sekretariat Golkar Kampar, Selasa (19/10/2021) malam.

“Pejabat Kampar harus tinggal di Kota Bangkinang. Mereka mencari dan mendapatkan uang di Kampar, tapi menghabiskan uangnya di luar Kampar. Bagaimana mereka bisa memikirkan Kampar kalau mereka tinggalnya di Pekanbaru,” ucap Repol dengan tegas.

“Pada 2004, terpilih menjadi anggota DPRD, saya langsung memilih dan menetap tinggal di Kota Bangkinang. Apalagi saat ini saya juga memilih untuk tinggal di pusat kota, rumah dinas Ketua DPRD. Ini saya lakukan agar lebih mendekatkan lagi dan berfokus bekerja membangun Kampar menjadi lebih baik. Kalau ada apa-apa, saya dan masyarakat lebih dekat dan mudah untuk berinteraksi, makanya saya putuskan tinggal disini,” tambahnya lagi.

Terkait penataan pembangunan ibukota Kampar yang tidak jelas arahnya, Repol menyebut bahwa salah satu prioritas yang harus dibangun dan diselesaikan adalah banjir yang sering terjadi kota Bangkinang.

Ia pun sudah mewanti-wanti pembangunan di Kampar, untuk itu ia berpesan dan memberikan tugas kepada anggota legislatif Golkar yang ada di komisi IV DPRD yang membidangi pembangunan agar lebih bekerja maksimal dengan memprioritaskan pembangunan yang pro rakyat.

Repol pun berkomitmen akan kembali mengadakan diskusi publik yang baru pertama kali digelar Golkar Kampar ini.

Apalagi menurut Repol, diskusi publik seperti ini sangat perlu dan penting demi pembangunan di Kampar.

“Minimal dua bulan sekali kita adakan, kalau bisa satu bulan sekali. Diskusi publik ini sangat penting, nanti kita cari lagi tema yang menarik untuk dibahas,” tuturnya.

Diskusi publik ini juga mengundang narasumber yang kompeten, Anggota DPD/MPR RI Edwin Pratama Putra, Wahyu Hidayat dan Pejabat PUPR Kampar Erizal.

Begitu menariknya diskusi ini, tampak beberapa audiens begitu antusias melontarkan pertanyaan hingga menimbulkan perdebatan untuk kebaikan Kampar kedepan.

Namun mereka harus dibatasi waktu, oleh moderator yang dipandu Firman Wahyudi. Sebagai Ketua Panitia Niko Ardian yang juga Ketua AMPG Kampar.

Tampak diskusi publik ini dihadiri Korda Golkar Kampar Ahmad Fikri, Wantim Golkar Kampar Masnur, Anggota DPRD Kampar Fraksi Golkar Agus Chandra, ketua PWI Kampar Akhir Yani, Ketua Karang Taruna Kampar Dhika Asril dan para mahasiswa sebagai generasi milenial.(FLS)