SIAK(auranews.co.id) – Rapat Kerja Pengurus Perhimpunan Alumni IPMK Sumbar Periode 2020-2025 berjalan lancar. Raker perdana yang dilaksanakan, (09/10/21) di ruang pertemuan Zamrud Siak tersebut, langsung dipimpin oleh Ketua, DR. Edy Basri, SH. M. Si.

Ketua Panitia Raker, DR. H. Ahmad Zikri Bin Hasan, B.Ed.MH.MA mengatakan, bahwa seyogyanya Raker dilaksanakan di Sumatera Barat (Sumbar). Namun, karena ada persoalan tehnik, akhirnya Raker dilaksanakan di Kabupaten Siak Provinsi Riau yang difasilitasi oleh salah seorang pengurus, Fairus, S.Ag(Wakil Ketua DPRD Siak), ungkap Zikri.

Buya Dr Zikri juga menyampaikan, bahwa Raker perdana terlaksanaa karena jalinan silaturrahmi dan semangat kebersamaan seluruh pengurus, ungkap Zikri.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Alumni IPMK Sumbar (PAIS) Periode 2020-2025, DR. Edi Basri, SH. M. Si mengatakan, bahwa pengurus PAIS lahir dari garis Aktivis. “Kita lahir dari kelompok pemikir”, ungkap Edi.

Edi Basri mengajak seluruh pengurus PAIS untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasan agar dapat dibahas dalam Raker. Semua ide dan gagasan yang disepakati dalam Raker tersebut, dapat dilaksanakan dalam program kerja PAIS ke depan. Pengurus juga diharapkan dapat bertanggung jawab dalam pelaksanaan program kerja PAIS. ungkap Edi Basri.

Edi Basri menambahkan, PAIS akan selalu memberikan rekomendasi kepada pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Kampar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Saran, kritikan dan rekomendasi kita adalah untuk sebuah solusi, bukan sebagai sebuah sanksi, ungkap Edi Basri didampingi sekretaris Umum Martinus, MA.

Pada pelaksanaan Raker, semua komisi menyampaikan ide-ide dan gagasannya. Ide dan gagasan yang disepakati dalam rapat komisi disampaikan dalam rapat pleno untuk kemudian disepakati dan dijadikan sebagai program kerja PAIS periode 2020-2025.

Persoalan banjir dan persoalan yang dialami eks karyawan PT Pedasa XIII Koto Kampar tidak luput dari pembahasan Raker PAIS. Ketua Bidang Hukum dan HAM PAIS, AKBP. H. Zaini, S.Ag saat menyampaikan program kerjanya, secara khusus menyampaikan rekomendasi dari bidangnya.

AKBP Zaini menyampaikan, bahwa bidang Hukum dan HAM merekomendasikan, agar PAIS nantinya dapat menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten Kampar untuk mengkaji dan memberikan solusi terhadap nasib masyarakat Kampar yang menjadi korban banjir akibat luapan air waduk PLTA Koto Panjang. Masyarakat yang berada di hilir waduk PLTA Koto Panjang selalu menjadi korban banjir akibat luapan waduk PLTA. Sehingga masyarakat tersebut selalu terganggu haknya untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Kampar perlu memberikan solusi terhadap persoalan mereka, ungkap Zaini.

Zaini juga menyampaikan, bahwa bagian Hukum dan HAM meminta kepada PAIS, agar memberikan rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten Kampar untuk menyelesaikan persoalan eks. PT.Pedasa. Karena dari informasi yang didapat, masyarakat dan anak-anak eks karyawan PT. Pedasa tersebut masih berada di rumah sosial Dinas Sosial Provinsi Riau, ungkap Zaini.

Semua hasil ide dan gagasan dari masing-masing bidang disampaikan kepada ketua untuk disepakati menjadi program kerja. Para pengurus PAIS diharapkan dapat bertanggung jawab mensukseskan semua program kerja yang telah disepakati tersebut.
Pantauan langsung pers, acara raker tersebut berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir.
Usai raker sebagian peserta me gunjungi sejumlah destinasi wisata, yaitu Istana Siak.***