ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) – Dengan tangan yang masih sibuk mendayung perahu kayu, para nelayan terkejut melihat pemandangan dihadapannya, ribuan bangkai biota air membusuk di aliran Sungai Batang Kumu, Dusun I Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Provinsi Riau, Jumat (18/6/2021) pagi.

Afrianda (28) Warga setempat saat ditemui wartawan AuraNEWS.co.id mengatakan aliran sungai mengeluarkan aroma menyengat, bangkai hewan sungai mengambang, tak satupun hasil tangkapan bisa dibawa pulang ribuan ikan sudah mati membusuk,” ujarnya.

“Warga hanya bisa menduga, air sungai berulang kali tercemar akibat limbah pabrik pengolahan kelapa sawit. Namun belum ada keterangan pasti apa penyebabnya, warga sudah berulang kali mengadu tapi tak ada tindakan dari Pihak terkait,” kata Afrianda yang diamini oleh sejumlah warga lainnya.

“Sungai Mahato merupakan aliran dari sungai Batang Kumu yang melintas di Desa Mahato dan beberapa Desa lainnya di Kecamatan Tambusai Utara. Sungai ini sudah berpuluh-puluh tahun jadi sumber kehidupan warga yang bermukim di sekitar wilayah itu, air yang mengalir puluhan kilometer itu, satu-satunya sumber air bersih warga,” katanya.

Dulunya, air sungai tersebut begitu jernih. Warnanya bening kehijauan, tapi keadaan berubah semenjak tumbuhnya ribuan pohon kelapa sawit dan aktivitas PKS di sekitar wilayah tersebut, air sungai perlahan berubah kecokelatan bahkan terkadang air menjadi keruh.

Semenjak itu, warga sering didera masalah. Diawali tidak bisa lagi menggunakan sungai sebagai sumber air bersih, Pencemaran terjadi sepanjang tahun. Ikan makin sulit ditemukan.

“Bukan ikan saja, udang juga mati. Semuanya, labi-labi mati juga,” ungkapnya dengan nada geram.

Afrianda sudah pernah melaporkan kejadian tersebut berulang kali.
Saat Petugas DLH Rohul turun ke lokasi, tapi tak pernah mendapat tanggapan serius.” katanya.(***/Alfian Top)