BANGKINANGKOTA(Auranews.co.id) – Seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkinang Kota melakukan vaksinasi covid-19 yang dilakukan oleh tim vaksinator UPT BLUD Puskesmas Bangkinang di Ruang UKS SMAN 1 Bangkinang Kota, Jl. Jend. Sudirman, Bangkinang Kota, Senin (14/6/2021).

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah tentang vaksinasi tahap dua. Secara bertahap semua guru dan pegawai/karyawan di Kabupaten Kampar akan menjalani vaksinasi.

Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota, M. Hendra Yunal S,Pd.i M.Si kepada Auranews.co.id menyampaikan Sebagai Bagian dari pemerintah yang merupakan garda terdepan bapak ibu guru. Serta sebagai kepala sekolah mewakili para guru dan tenaga kependidikan sangat senang karena sudah divaksin, sehingga bisa terhindar dari covid-19.

Hendra Yunal juga menyampaikan bahwa setelah divaksin tidak merasa sakit dan tidak ada masalah.

“Alhamdulilah, setelah divaksin saya tidak ada masalah dan tidak merasa sakit. Oleh karena itu, kepada masyarakat diharapkan tidak perlu takut divaksin”, ujarnya.

Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota, M. Hendra Yunal S,Pdi, M.Si saat divaksinasi Covid-19.

Disampaikannya, bahwa Program vaksin ini sangat luar biasa, saya sangat mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 ini, supaya di dunia pendidikan tidak berlarut-larut lagi melakukan proses pengajaran virtual,” tutur Hendra Yunal.

Ini merupakan vaksinasi tahap pertama tenaga pendidik SMAN 1 Bangkinang Kota berjumlah 77 orang guru dan 20 orang pegawai/karyawan. Dengan total yang telah di vaksin 97 orang.

Sementara itu, Penanggung Jawab Skrinning Vaksinasi tim vaksinator UPT BLUD Puskesmas Bangkinang, dr. Melita menyampaikan bahwa Program covid-19 ini Sesuai dengan program pemerintah, sebagai salah satu usaha untuk pencegahan penularan covid-19 terhadap tenaga pendidik.

“Dilakukan vaksin bagi guru-guru semoga dapat melindungi dari bahaya covid -19. Semoga dengan proses vaksin ini para guru dapat terhindar dari covid-19. Namun, tentunya protokol kesehatan harus selalu diterapkan,” pungkasnya.(Rio)