KAMPAR -(auranews.co.id)- Meski akan melaporkan KNPI versi Febio Angriawan Burhanuddin, tim advokasi KNPI Abu Nazar, Risko Dello Putra menyebutkan proses rekonsiliasi akan tetap dilakukan.

Apalagi kata Risko, setelah sempat hampir bentrok terjadi, sudah ada diskusi dan kesepakatan lisan antara Abu Nazar dan Ketua KNPI Kampar Anggi.

”Setelah kejadian itu kan memang ada kesepakatan yang di tengahi ormas Pemuda Pancasila, tujuannya untuk rekonsiliasi. Bang Abu Nazar sepakat, tapi pada waktu itu pihak sebelah tidak, tidak menginginkan. Namun Kami pihak Abu Nazar terbuka dan siap duduk untuk rekonsiliasi,” kata Risko, Jum’at (26/03/2021).

Namun menurut dia, sejak dilantik, Abu Nazar belum membahas apapun terkait rekonsiliasi bersama para pengurus.

Namun Risko memastikan, rencana itu memang sudah ada dari awal. Bahkan saat diskusi di ruang pelantikan pada hari itu. Abu Nazar menurut Risko membuka pintu untuk melakukan rekonsiliasi.

Butuh Peran Pemkab Kampar

Sementara Febio Angriawan Burhanuddin atau akrab disapa Anggi mengatakan, terkait rekonsiliasi, pihaknya sepaham dengan keinginan kubu Abu Nazar.

Rekonsiliasi adalah jalan terbaik yang mereka inginkan. Aksi pada Kamis (25/03/2021) sendiri merupakan salah satu upaya rekonsiliasi.

Hanya saja saat itu Abu Nazar bersikeras agar dirinya dan pengurus versinya dilantik lebih dulu sebelum rekonsiliasi.

”Kami datang kesana berkeinginan agar rekonsiliasi dilaksanakan terlebih dahulu. Tapi kalau sudah dilantik seperti sekarang, sudah sah dualismenya, maka ini akan lebih sulu. Membuat dua jadi satu itu, tidak serta merta bisa diakomodir keseluruhan mereka yang sudah dilantik. Tapi kalau kemarin ditunda, kita masih bisa cari formulasi yang tepat yang lebih bagus,” terang Anggi, Jum’at (26/03/2021).

Kendati Abu Nazar tetap dilantik, Anggi menyebutkan itu tidak akan menyurutkan niat KNPI pimpinannya untuk kembali duduk di meja perunding rekonsiliasi.

Namun itu butuh waktu, tenaga dan keseriusan. Rekonsiliasi, kata Anggi, amat penting. Namun karena sudah ada dualisme, maka butuh campur tangan pemerintah daerah (Pemda) sebagai tempat bernaung.

”Saya berharap rekonsiliasi ini diinisasi oleh Pemda. Kalau selama ini kan belum ada, saya dan Bang Abu belum pernah dipanggil untuk membahas hal ini. Namun mudah-mudahan untuk rekonsiliasi ini nanti difasilitasi langsung oleh Pemda nantinya.

Yang jelas visi kami sama, ingin mengambil peran dalam pembangunan dan mengembangkan organisasi kepemudaan di Kabupaten Kampar. Yang membedakan kami hanya dualisme di pusat,” tutup Anggi.(FLS)