ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) – Seorang Ayah inisial MS (40 th) warga Desa Kembang Damai Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditangkap polisi karena tega menyetubuhi anak kandungnya. Pencabulan itu dilakukan kepada IT (11 th) yang tak lain adalah putri kandungnya sendiri.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli SH, mengatakan pelaku ditangkap dirumahnya di Desa Kembang Damai. Penangkapan dilakukan setelah istri pelaku melaporkan kasus persetubuhan dan pencabulan yang menimpa anaknya itu.

“Begitu ada laporan kita lakukan penyelidikan dan pada Selasa malam (9/6/2020) kemarin kita amankan Pelaku dirumahnya,” terang Ipda Feri kepada wartawan, Rabu (10/6/2020) siang.

Feri menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan Ibu kandung Korban, Renawati (26 Th). Dia nekat melaporkan MS (40 th) karena lelaki itu telah tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri bahkan dia mengancam akan menghabisi Istrinya jika sampai perkara itu diketahui oleh orang lain.

Pencabulan itu dilakukan oleh Pelaku pada hari Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 19.00 WIB, saat itu Pelaku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk lalu masuk kekamar IT (11th) dan langsung mencabuli anaknya.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya Pelaku mengancam, “Ayo cepat pakai bajumu nanti ketahuan sama ibumu.” Saat kejadian yang menimpa putrinya itu, ibu korban sedang tidur. Dia tersentak saat mendengar Pelaku mengancam anaknya.

Tak cukup sampai disitu, keesokan harinya, Jumat (5/6/2020) tengah malam, Pelaku bangun dari tidurnya dan mengancam Istrinya, “Jangan bilang sama orang nanti ku bunuh kau,” ancamnya sambil mencekik Istrinya. Atas kejadian itu dia (Renawati_red) merasa terancam dan tidak senang lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kunto Darussalam.

Berdasarkan laporan tersebut Kapolsek Kunto Darussalam AKP Sihol Sitinjak, S.H membentuk Tim dan memerintahkan Unit Reskrim untuk untuk menangkap Pelaku.
Hanya beberapa jam berselang
Petugas berhasil mengamankan Pelaku dan Barang Bukti berupa pakaian milik korban dan pelaku, kain untuk alas dan juga pakaian dalam.

“Atas perbuatannya, Pelaku akan dijerat dengan pasal 81 UU 35 tahun 2014, perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Paur Humas  Polres Rohul Ipda Feri Fadli, SH.(***/Alfian Tob)